Friday, October 28, 2016

Eris Risyana mengajak Anda bergabung di Bukalapak.com

Hai Calon Pelapak Sukses!

Kamu mendapatkan undangan dari Eris Risyana untuk menjadi Pelapak dan berjualan di Bukalapak.

Lebih dari 700.000 Pelapak telah bergabung bersama Bukalapak. Sebagai situs jual beli online terbesar dengan visi memajukan Usaha Kecil Menengah (UKM) di Indonesia, banyak keuntungan yang bisa kamu dapatkan di Bukalapak, seperti:

  1. Metode transaksi yang 100% aman.
  2. Notifikasi otomatis setiap menerima pesanan baru.
  3. Perhitungan ongkos kirim secara otomatis.
  4. Prioritas di mesin pencarian Google.
  5. Edukasi wirausaha online melalui komunitas.

Tunggu apa lagi, raih kesempatanmu sekarang!


"Dengan Bukalapak, waktu luang bisa jadi uang."

Andriana, bergabung di Bukalapak sejak 2012.

"Memulai usaha dari muda? Kenapa tidak."

Andri, bergabung di Bukalapak sejak 2013.

Mau tahu cerita seru dari Pelapak lainnya? Temukan inspirasi suksesmu di sini.

Hati-hati

Segala bentuk informasi seperti nomor kontak, alamat e-mail, atau password kamu bersifat rahasia. Jangan menginformasikan data-data tersebut kepada siapa pun, termasuk kepada pihak yang mengatasnamakan Bukalapak.

Copyright © 2016 PT Bukalapak.com. All Rights Reserved

Plaza City View Lt 1. Jl. Kemang Timur No. 22.

Jakarta Selatan. Indonesia. 12510

Anda memperoleh e-mail ini karena keanggotaan Anda pada Bukalapak.com. Anda bisa mengubah pengaturan notifikasi kapanpun.

Harap jangan membalas e-mail ini, karena e-mail ini dikirimkan secara otomatis oleh sistem.

Saturday, November 7, 2015

Baca Novel Online - Tuan Anas Mikael Bab 1 - Bab 15



reff : http://sweetyzhanieyz83.blogspot.com/2015/11/baca-novel-online-tuan-anas-mikael-bab.html

Ikan Ornate Bichir



reff : http://akuariumhias.blogspot.com/2015/06/ikan-ornate-bichir.html

Cara lihat tanggal Kadaluarsa Whatsapp

Bagi para pengguna aplikasi Whatsapp tentu saja ada masa aktif sampai masa lisensi berakhir harus dilalui alias whatsapp sudah kadaluarsa. Maksudnya disini adalah bahwa memang aplikasi whatsapp merupakan aplikasi messenger yang gratis namun dengan beberapa syarat tertentu. Dimana ada sistem pembelian didalamnya, Untuk membeli lisensi whatsapp ( berbayar ) sebenarnya tidaklah mahal hanya 12,000 rupiah saja untuk lisensi satu tahun dan dengan keuntungan yang lebih daripada versi gratisan yang saat ini masih banyak peminatnya.

Kali ini Dunia android tidak akan memberikan tips tentang bagaimana cara membeli whatsapp berbayar namun ingin memberikan tips bagaimana cara melihat tanggal kadaluarsa atau masa berlaku aplikasi whatsapp berakhir. Dengan mengetahui kapan akan berakhirnya masa berlaku lisensi whatsapp nantinya pengguna tidak akan dibuat kelabakan lagi dengan notifikasi kegagalan aplikasi ketika anda sedang ingin berkirim pesan.

Langsung saja menuju ke topik utama kali ini, Silahkan simak cara melihat masa kadaluarsa whatsapp di bawah ini :

1. Pertama kali Buka aplikasi whatsapp messenger di ponsel anda

2. Masuk ke menu setelan dan langsung saja menuju ke opsi 'akun'

setting whatsapp

3. Akan ada beberapa opsi di menu akun tersebut, Pilih opsi 'info pembayaran'.

whatsapp

4. Disana anda akan melihat di bawah nomor telepon yang terkait dengan akun whatsapp ada tulisan 'Tanggal Kadaluarsa', nah disitulah letak persisnya akun whatsapp anda akan berakhir dan harus diperbaharui untuk memperpanjangnya.

whatsapp

Dengan cara diatas selain anda bisa melihat masa berlaku aplikasi whatsapp yang berjalan di ponsel anda juga bisa melakukan langkah antisipasi beberapa hari sebelum akun kadaluarsa anda bisa memperbaruinya. Semoga tips singkat diatas bermanfaat.


reff : http://siandroid.blogspot.com/2015/11/cara-lihat-tanggal-kadaluarsa-whatsapp.html

Friday, November 6, 2015

Choose a Good Email Marketing

Many companies use email marketing to communicate with existing customers. They use it for purpose of enhancing the relationship of a merchant with its current or previous customers and to encourage customer loyalty and repeat business. Lately there are many email marketting company that offer their service. One of them is iContact. iContact is an easy to use email marketing, surveying, autoresponder, and blogging tool that allows small businesses, non-profits, and associations to easily communicate online with their customers, prospects, and members.

iContact is the best option out there for anyone who wants to send out email newsletters. They have great inbox deliverability, an extremely easy to use interface, great prices that start at $9.95 per month, lots of templates, and also include surveying, autoresponder, and blogging capability from the same application at no additional charge. They take care of managing bounces and unsubscribes for you. They also take care of making sure your message gets to the inbox of your recipients through their ISP relations, feedback loops, and whitelist status. If you are currently running into deliverability issues with your existing newsletter sending method, iContact will be very helpful and ensure inbox delivery of your messages. 15 day free trial of iContact is available here.



reff : http://trik-tips.blogspot.com/2009/01/choose-good-email-marketing.html

Selamat Jalan Abah...

Hari Rabu, tanggal 11 Juli 2012...

Sore itu, aku dan si Mas menuju supermarket yang lumayan besar di Jambi untuk membeli segala kebutuhan rumah. Ketika naik ke mobil, aku sempat heran melihat si Mas yang memakai kopiah haji berwarna hitamnya, karena kami hanya ke supermarket saja. Tapi aku diam saja, lagi gak mood godain si Mas dengan kopiahnya. Di perjalanan aku "memaksa" si Mas untuk mampir dulu buat jajan pempek di dekat rumah Om-ku di Talang Banjar (Om Icot). Pas pesanan datang, si Mas menjawab panggilan di hp-nya. Aku baru mencicipi satu pempek, langsung berhenti karena bingung melihat mata si Mas yang berkaca-kaca. Dengan suara lirih, si Mas bilang..."Bapakku meninggal..."


Aku sempat terdiam selama beberapa detik mendengar kabar tersebut, sementara si Mas hanya menunduk menahan tangis. Segera Aku ajak si Mas menuju bandara yang kebetulan tinggal separuh perjalanan lagi. Jam di tanganku menunjukkan waktu jam 5.45, sepengetahuanku, pesawat terakhir dari Jambi-Jakarta jam 6 sore. Hanya ada waktu 15 menit untuk mengejar pesawat terakhir itu. Walaupun dalam hati aku merasa persimis, karena tanpa tiket, rasanya tidak mungkin, tapi aku tetap memberi semangat ke si Mas untuk menuju bandara. Bagaimanapun juga, Suamiku harus berangkat, Suamiku harus melihat Abahnya untuk yang terakhir kalinya, bagaimanapun caranya.

Di bandara, aku sedikit lega karena sahabat kami, Sandi yang sempat di telfon si Mas di perjalanan sudah terlebih dahulu ada di bandara. Seperti perkiraanku, pesawat terakhir penuh, tidak ada satupun kursi yang tersisa. Aku gak mau nyerah, aku berjalan memperhatikan siapapun yang berangkat dan berharap ada yang aku kenal yang bisa aku ganti tiketnya untuk si Mas. Sandi yang tetap berusaha di counter tiket, berhasil mendapatkan satu tiket dari penerbangan yang jadwal keberangkatannya delay dari yang mestinya berangkat sebelum pesawat terakhir tersebut. Walaupun hanya ada satu tiket, yang tentu saja saat itu hanya untuk si Mas, aku sangat bersyukur sekali. Alhamdulillah, suamiku yang hanya membawa baju dibadan, berkopiah hitam dan memakai sandal bisa berangkat ke Jakarta.

Di perjalanan pulang, aku hanya berdoa semoga si Mas dilancarkan perjalanannya, karena sampai di Jakarta, si Mas dan Mas Imron (Mas-nya si Mas) yang sedang berada di Jakarta harus melanjutkan perjalanan menuju Surabaya dan melanjutkan dengan mobil menuju Sampang, Madura, tempat Abah berada dan dimakamkan. Sampai di rumah, Papa, Abang dan sepupuku sudah menunggu, setelah Isya', kami membaca Yasin dan Tahlil untuk Abah. Malam itu juga, Aku dan Papaku memesan tiket untuk besok paginya menyusul suamiku. Papa yang aku sarankan untuk tidak ikut karena masih harus istirahat setelah pemasangan cincin di jantungnya tetap ngotot mau ikut takziah besannya itu. Akhirnya diputuskan untuk mengajak Zirin, keluarga kami yang akan mendampingi Papa hingga kembali ke Jambi karena aku akan tinggal bersama si Mas di Malang, hingga 7 hari meninggalnya Abah.



H. Abdul Hamid Ma'roef

Itu nama mertuaku. Ayah dari suamiku yang aku sayangi. Nama yang baru aku ketahui saat kami akan mencetak undangan pernikahan kami. Sebelum itu, aku hanya mengenal nama beliau sebagai -Pak Hamid-, Ayah dari Mas Hasyim, calon suamiku. Yep, hubunganku dan si Mas memang unik. Dari kenal biasa menjadi sahabat, kami menikah. Gak ada istilah pacaran lama. Karena si Mas bekerja di Jakarta, sementara keluarganya berada di Malang, aku tidak begitu mengenal orang tuanya. Aku hanya mengenal Mas Imron dan Istrinya, Mba' Anisa, karena mereka keluarga si Mas yang ada di Jakarta. Mas Imron dan Istrinya-lah yang mewakili keluarga si Mas datang ke Jambi menemui Papa untuk melamarku. 

Pertama kali aku bertemu kedua mertuaku saat mereka datang ke Jambi untuk menghadiri pernikahan kami. Pertama kali aku bicara dengan Abah, aku langsung merasa akrab. Abah orangnya ramah dan penyayang, tidak kaku seperti bayanganku. Di hari pernikahan kami, diatas pentas, Abah terlihat segar dan terus tersenyum hingga acara berakhir. Padahal, semula aku khawatir Abah akan kelelahan mengingat usianya (saat itu, usia Abah 81 tahun). Bahkan Abah sesekali mendatangi kami memberi semangat untuk aku yang mulai kelelahan menyalami para tamu.

Selama kami menikah, setiap kali si Mas menelfon Abah, beliau selalu menanyakan keadaan ku. Terakhir kali aku bicara dengan Abah via telfon, Abah mengajakku berdoa bersama agar kami segera di berikan momongan. Aku sangat terharu mendengar doa Abah, seakan beliau mengerti kegalauanku. Tepat 3 hari setelah 2 tahun kami menikah, didalam sujud sholatnya, Abah pergi meninggalkan kami untuk selamanya.


Abah, terima kasih untuk doa-doamu yang selalu mengiringi pernikahan kami, walaupun sekarang Abah sudah tidak bersama kami lagi, kami yakin doamu akan selalu ada untuk kami.

Selamat jalan Abah...semoga kebaikan hati dan amal ibadahmu mengantarkanmu untuk mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT....Amiiin...



Alfatehah ya untuk Abah...










reff : http://camelia-at-home.blogspot.com/2012/07/selamat-jalan-abah.html

SENYUMAN DAN SEGELAS TEH


😊🍵

Seorang guru di Jeddah bercerita :
Di saat saya sedang berada di ruang guru,  saya membuat segelas teh untuk diminum, tapi lonceng kemudian berbunyi sementara tehnya masih sangat panas, dan disekolah ini semua guru wajib untuk bersegera menuju kelas saat lonceng sudah berbunyi.

Saya kemudian melihat seorang OB ( Office Boy ) berkebangsaan Filiphina, saya tersenyum kepadanya dan memberinya segelas teh itu.

Keesokan harinya, OB itu datang kepada saya dan berkata kalau dia sangat kaget, itu adalah kali pertama ada seorang guru yang tersenyum kepadanya dan bahkan memberinya segelas teh, dia merasa kalau ada sesuatu yang salah.

Dengan berat saya berkata kepadanya :
" saya ingin memuliakanmu dan kami orang islam, dan beginilah akhlaq kami "

Dia ( OB ) berkata :
" saya disini sudah 2 tahun bekerja , tak ada satu pun dari guru-guru yang ada yang berbicara dengan saya dan memberi saya senyuman ... sebenarnya saya punya ijazah S2 cuma karena kemiskinan dan kebutuhan hidup akhirnya saya mengambil pekerjaan ini "

Saya tidak percaya dan ingin membuktikan pengakuannya, saya lalu mengundangnya ke rumah, kebetulah saya punya seorang anak yang duduk di kelas 3 SMA, saya lalu menyodorkan buku ensiklopedia berbahasa inggris, dia ( sang OB ) lalu membacanya tanpa terbata-bata, saya pun akhirnya yakin kalau dia berkata jujur.

Dia kemudian rutin ziyarah kerumah saya setiap jumat, dia lalu mengumumkan keislamannya, bahkan bisa meyakinkan 10 orang temannya untuk ikut masuk islam

Sebabnya :

" SENYUMAN DAN SEGELAS TEH "

Rasulullah bersabda : " Jangan engkau menganggap remeh sebuah kebaikan, bahkan jika kebaikan itu hanya meperlihatkan wajah yang sumringah di hadapan saudaramu saat bertemu "

Semoga ALLAH memaafkan kita semua dari segala kekurangan - kekurangan yang ada.
Tetaplah tersenyum. :)

-------------------
Diterjemahkan dari kisah yang di muat di akun resmi FB Syekh Muhammad Al 'Arifi - hafidzahhullah - .

#COPAS



reff : http://pedulifakta.blogspot.com/2015/10/senyuman-dan-segelas-teh.html

Recent Comment